Keberkahan atau biasa disebut juga Barakah dapat diartikan dengan bertambahnya kebaikan (Ziyadatul Khair). Keberkahan dapat dicari dengan berbagai cara dan dalam keadaan apapun asalkan sesuai dengan kaidah-kaidah agama. Termasuk dalam hal ini yaitu mencari keberkahan ketika makan. Tatkala makan bisa jadi apa yang kita makan membawa penyakit bagi kita atau membawa kesehatan. Karena makan tidak hanya sebagai proses untuk menambah energi atau untuk hidup saja. Tetapi ada hal yang lain yang dengan makan tersebut mendatangkan kebaikan bagi kita.

Sehingga dalam Islam terdapat adab-adab yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw supaya apa yang kita makan mendatangkan keberkahan, diantara hal yang dapat dilakukan ketika makan yaitu:

  1. Memulai makan dengan membaca Bismillah.
    Bagi setiap muslim setiap pekerjaan yang akan dilakukan maka mulailah dengan membaca bismillah, termasuk juga ketika hendak makan. Karena ketika makan setan ikut makan dalam makanan yang kita makan. Sabda Rasulullah Saw, “Sesunggunya setan mendapatkan bagian makanan yang tidak disebutkan nama Allah di dalamnya”. (HR. Muslim). Dalam mengucapkan bismillah jika ia lupa di awal ketika makan karena lupa atau hal yang lainnya,  maka ucapkanlah ketika kita ingat walaupun itu ada ditengah-tengah kita sedang makan, dengan mengucapkan, “Bismillahi awwaluhu wa akhiruhu”.
  2. Makan secara bersama-sama.
    Ketika makan secara bersama-sama (berkumpul), maka akan terjalin rasa silaturahmi dan kasih sayang. Keberkahanpun akan muncul ketika makan secara bersama. Dalam hadits yang dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda, “Makan dua orang cukup untuk tiga dan makanan untuk tiga orang mencukupi untuk empat orang”. (HR. Bukhari). Hadits di atas menjelaskan tentang anjuran untuk saling berbagi dalam makanan. Makanan yang sedikit apabila di dalamnya ada rasa saling memberi dan memperhatikan terhadap sesama maka yang sedikit itu akan mengenyangkan bagi semuanya. Karena keberkahan telah ada dalam makanan tersebut. Sehingga makan secara bersama disunahkan oleh sebagian para ulama dari pada makan secara sendiri.
  3. Memulai makan dari bagian pinggir terlebih dahulu.
    Hal ini berdasarkan kepada hadits dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah Saw bersabda, “Keberkahan tersebut akan turun ditengah-tengah makanan, maka makanlah dari pinggir-pinggirnya dan jangan dari tengahnya”. (HR. Tirmidzi). Hadits ini menjadi petunjuk bagi kita ketika makan agar jangan memulai dari bagian tengah tetapi memulainya dari bagian pinggir dahulu.
  4. Menjilat jari-jari setelah makan.
    Menjilati jari setelah makan ada berdasar kepada hadits dari Anas ra bahwa Rasulullah Saw apabila makan beliau menjilati jari-jarinya yang tiga.

Wallahu ‘Alam