Allah Swt telah memberikan kepada manusia ‘perangkat’ yang dibutuhkan untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Bagi mereka yang memanfaatkan semaksimal mungkin apa yang telah diberikan oleh Allah Swt kepadanya, maka kebahagiaan tersebut ia peroleh. Namun bagi mereka yang menyia-nyiakannya maka akan sulit memperoleh kebahagiaan. Perangkat tersebut yaitu Al-Qur’an yang menjadi pedoman hidup bagi semua. Pedoman yang dapat membuat seseorang disayangi tuhannya, lurus hidupnya, dan dapat menjadi pencerah bagi yang lain. Selain itu ketika kita banyak mengingat Allah dengan berdzikir maka dapat menjadi pembuka pintu kebahagiaan. “

Orang yang sering berdzikir kepada Allah Swt, maka hatinya akan merasa tenang, tidak hawatir atau takut terhadap segala persoalan yang datang. Sebagaimana firman Allah Swt, “Ketahuilah dengan dzikir kepada Allah akan tenanglah hati.” (Ar Ra’d: 28). Dari ayat di atas Allah Swt menjelaskan tentang obat tenangnya hati yaitu dengan berdzikir.

Tenangnya hati dengan dzikir karena ketika dzikir ia ingat akan Allah Swt, ia menyerahkan segala urusan dan kebutuhannya hanya kepada Allah Swt. Dan begitu juga bagi mereka yang senantiasa membaca Al-Qur’an, selain mendapat pahala ketika membacanya, dengan membaca Al-Qur’an menjadikan kita orang yang istiqamah. Sedangkan bagi mereka yang tidak mau berdzikir dan ingkar terhadap Al-Qur’an maka hidupnya akan selalu dalam kepedihan dan silih bergantinya kesusahan.

Dalam ayat yang lain Allah Swt secara tegas menyatakan untuk dzikir (ingat) kepada-Nya. “Dan siapa saja yang berpaling dari dzikir (ingat) kepada Aku maka adalah baginya penghidupan yang sempit dan kami akan kumpulkan dia pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS.Thaha:124).

Bagi mereka yang sering berpaling dari dzikir terhadap Allah Swt, maka ancaman akan kebutaan dan kesempitan dalam rejeki akan menimpanya. Itulah intisari yang bisa kita ambil dari ayat di atas. Sehingga memperbanyak berdzikir dan membaca Al-Qur’an menjadi kewajiban bagi setiap muslim agar dimudahkan oleh Allah Swt dalam mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Wallahu ‘Alam