Sering kita dengar penyebutan istilah antara kepada para nabi dan rasul yang berbeda, misalnya penyebutan kepada nabi Muhammad Saw atau rasul ? padahal sejak dahulu istilah nabi dan rasul sudah sering kita dengar baik di lingkungan sekolah, masyarakat atau  pengajian keagamaan. Penyamaan dalam penyebutah ini terkesan ada penyamaan antara nabi dan rasul, padahal keduanya memiliki perbedaan sekaligus persamaan dalam makna dan tugas yang diberikan kepadanya. Seorang nabi dan rasul adalah utusan Allah yang menjadi penjalur syariat dari rasul sebelumnya. Namun bagaimana membedakan keduanya berikut akan coba dibahas mengenai perbedaan serta persamaan nabi dan rasul.

Kata nabi secara bahasa berasal dari bahasa Arab dari kata Naba yang artinya dari tempat yang tinggi, karena itu orang yang berada ditempat yang tinggi dapat melihat jauh ke depan (prediksi masa depan) atau disebut nubuwwah . sedangkan kata rasul berasal dari kata irsal yang artinya memberikan arahan atau membimbing. Jadi rasul adalah utusan Allah yang mendapatkan wahyu/risalah atau kitab suci dan mendapat perintah untuk menyampaikannya kepada umatnya.

Diantara yang menjadi perbedaan antara nabi dan rasul:

  1. Seorang nabi menerima tugas dari Allah untuk dirinya sendiri sedangkan rasul untuk disampaikan kepada umatnya
  2. Jumlah nabi menurut sebagian ulama mencapai 124.000 nabi sedangkan jumlah rasul mencapai 313 rasul
  3. Setiap rasul adalah seorang nabi tetapi tidak setiap nabi adalah rasul
  4. Nabi mendapatkan wahyu melalui mimpi, sedangkan rasul selain dari mimpi juga dari malaikat, rasul pun dapat melihat serta berkomunikasi secara langsung dengan malaikat
  5. Nabi diutus kepada kaum yang sudah beriman, sedangkan rasul kepada kaum yang belum beriman (kafir)

Sedangkan yang menjadi persamaan antara nabi dan rasul:

  1. Sama-sama diutus oleh Allah Swt
  2. Sama-sam seorang laki-laki
  3. Sama-sama menerima kitab atau suhuf

Oleh karena itu sudah seharusnya kita dapat membedakan antara fungsi dari nabi dan rasul, sehingga menambah rasa keimanan kita terhadap syariat yang dibawa oleh para rasul

Artikel ini di cari dengan Kata Kunci: