Setelahnya saya menuliskan kisah Nabi Ayyub As di dalam tulisan sebelumnya, saya juga ingin berbagi tentang pelajaran dan hikmah yang ada dalam kisah Nabi Ayyub AS.

kn

Nabi Ayyub AS terkenal dengan kesabarannya, bahkan Iblis Laknatulloh pun tak bisa mengganggunya Iblis menyerah dan mengakui kesabaran Nabi Ayyub AS. Nah apakah kita mengetahui definisi Sabar..? sabar dapat juga diartikan sebgai sifat tabah dalam menghadapi penderitaan, tidak berkeluh kesah apalagi berputus asa. Sabar itu ada empat jenis, yaitu :

  1. Sabar dalam menjaga diri dari perbuatan yang tidak baik. Menahan diri untuk tidak melakukan kejahatan, kemaksiatan dan yang lainnya yang dilarang oleh agama. Di jaman sekarang banyak sekali siswa yang tawuran bahakan anak SDpun ikut-ikutan, mahasiswa yang seharusnya memberikan contoh bagi adik-adiknya malah jadi prokokator. Itu semua adalah contoh yang tidak baik bagi generasi muda di negara ini. Seharusnya mereka diberikan bimbingan tentang sifat sabar agar tidak mudah  dipropokasi.
  2. Sabar terhadap kesusahan, kepedihan, dan kesengsaraan yang menimpa, banyak orang diberitakan di dalam media baik televisi maupun yang lainnya tentang bunuh diri, pembunuhan, pencurian dan lain sebagainya yang bersifat kriminal. Semua itu karena pelaku kurang pengetahuan tentang agamanya, imannya tidak kuat karena tidak tahu. Mereka menganggap semua persoalan akan beres apabila mati, tapi sebenarnya mati karena bunuh diri atau melakukan kejahatan adalah memebuat persoalan baru yang lebih berat yaitu siksa kubur dan neraka, dan itu tidak akan bisa diulangi manusia hanya menyesal dan Iblis sorak sorai. Naudzubillah…seharunya kita sadar bahwa kesusahan akan bisa diperbaiki yaitu dengan rajin dan bersabar.
  3. Sabar dalam menerima musibah, bahaya dan malapetaka, seperti menghadapi kematian orang yang dicintai, banjir, gunung meletus, tanah longsor dan gempa bumi serta kecelakaan. Hati kita harus dalam keadaan stabil dan tabah, lalu kita tawakal dan berdoa kepada Allah SWT. Karena tidak akan Allah SWT menibakan suatu musibah jika kita tidak mampuh. Tetaplah tegar karena selalu ada hikmah dibalik musibah yang menimpa.
  4. Menahan diri dari mundur dalam memperjuangkan dan menegakkan Agama Allah SWT. Seorang muslim tidaklah layak mundur dari membela kebenaran, melindungi kemaslahatan, dan selalu memelihara, menjaga dalam memuliakan diri, agama dan bangsa. Sabar ini disebut berani karena benar dan takut karena salah.

ayb

Nah itulah hikmah dari kisah Nabi Ayyub AS yang mempunyai sifat sabar. Semoga kita selaku umat muslim dapat mencontoh dan menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari…amin…Barokallohulaka…

Artikel ini di cari dengan Kata Kunci:

Kategori: Agama