Ma’isyah

2_233

[ … Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya ]
Albaqarah 233

Dari ayat Al Baqarah 233 ini menjelaskan kewajiban seorang suami untuk memberi/mencarikan nafkah untuk. Salah satu untuk membangun kepribadian seorang muslim yang kelima adalah mencari yang halal, selain itu adalah : yang pertama mengenal Allah SWT, yang kedua mengenal kebenaran yang telah diturunkan-Nya, yang ketiga Iklhas kepada Allah SWT dan yang keempat mengikuti jejak Rasulullah.

Dari jaman dulu juga setiap muslim sudah mencari ma’isyah, dan tidakkah terpikir atau tersadar oleh kita bahwa dengan ma’isyah berarti kita menjalankan beberapa sekaligus perwujudan cinta

1. Cinta kepada Allah SWT
2. Cinta kepada Rasulullah SAW
3. Cinta kepada orang tua
4. Cinta kepada istri dan anak
5. Cinta kepada Saudara kandung kita
6. Cinta kepada sesama manusia
7. Cinta kepada sesama mahluk ciptaan-Nya

Dengan ma’isyah berarti kita akan memiliki kemampuan materi, walaupun belum bisa dibilang berlebihan, tetapi musti kita ingat, dengan materi yang ada kita dapat membela fisabillah dengan harta yang kita miliki seperti melakukan sodaqoh dalam pembangunan masjid atau musholla di lingkungan terdekat. Dalam Idul Fitri kita bisa memberikan zakat fitrah, Idul Adha kita bisa ikut membeli hewan qurban baik sendiri maupun patungan. berarti kita sudah mewujudkan cinta kita kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW serta cinta kepada sesama manusia

Dengan ma’isyah kita ada kemungkinan dapat menabung membeli atau mengambil kredit rumah untuk bernaung keluarga (istri dan anak-anak kita), membeli kebutuhan sehari-hari mereka, membelikan baju untuk mereka, membelikan baju sekolah untuk anak-anak sekaligus transport mereka, membelikan susu atau vitamin mereka, membeli kendaraan bermotor yang nantinya dapat kita fungsikan untuk berbagai hal kebaikan seperti untuk pergi mendatangi suatu pengajian, bisa dipakai untuk sambung family bertemu orang tua dengan membawa buah-buahan, misalnya, atau mendatangi saudara kandung kita itu semua perwujudan silaturrahim kita, apalagi jika kebetulan orang tua atau saudara kita dalam keadaan susah. itu semua berarti kita sudah memujudkan banyak cinta sekaligus kepada orang tua, istri-anak, dan saudara kandung kita.

Menutup artikel ini : memberi tidak harus berlebih, jika punya jangan pelit. Ingatlah semua itu hanya titipan dari Allah SWT kepada kita, untuk didagangkan kembali oleh kita dijalan yang benar.

Kategori: Agama