Selamat malam sahabat, galihpamungkas.com kali ini saya ingin berbagi sesuatu yang mungkin singkat tapi saya pastikan bermanfaat bagi anda, siang tadi ketika saya beres shalat Dzhuru di masjid jamie STKIP Garut, selepas shalat dzuhur ada kuliah tujuh menit atau yang akrab di sebut dengan kultum, Imam sekaligus penceramah kali ini adalah H. Imid Hamid, Drs, M.Pd sekaligus salah satu toko yang berperan penting dalam pendirian STKIP garut ini membawakan judul kultumnya “menyayangi pembenci”. Sahabat sekalian apakah anda pernah menyayangi orang yang membenci anda? dan selalu menghina, mencaci maki dan menjelekan anda? mungkin anda dapat pertimbangkan setelah menyimak cerita berikut.
Meski tidak percis, namun saya mencoba untuk menyampaikan inti dari pesan yang disampaikan,
jamn dahulu. Nabi Muhammad SAW setiap pagi selalu menyiapkan makanan, dan pergi ke ujung pasar, tak lain adlaah memeberi seorang wanita buta, tua yang sedikit pikun, Nabi selalu memberinya makan, menyuapinya di setiap pagi, namun orang tua tersebut selalu berkata, “jangan pernah ikuti Muhammad,….” dan kata kata lain, namun Nabi tak pernah bicara, bahkan orang tua tersebut tidak mengetahui bahwa yang menyuapi dan memberi makanya itu adalah Nabi Muhammad SAW. Setelah sekian waktu, dan nabi telah wafat, Abu bakar bertanya pada Aisya, “Aisyah, apa yang dilakukan Nabi yang belum bisa saya lakukan?” dan Aisahpun menjawab dan menjelaskan, bahwa setiap pagi Nabi selalu membawa makanan dan pergi ke ujung pasar untuk memberi makan seorang wanita tua yang buta,
keesokan harinya kahirnya Abu bakar menyiapkan makanan dan pergi ke ujung pasar, setelah sampai di sana, dan mencoba memberi makan, namun nenek bertanya sontak dan sedikit agak keras “SIapa ini, kasar sekali, tak seperti biasanya, yang selalu lemah lembut” namun tak cukup sampai di situ nenek tua itu pun memberi ceramah tentang jangan pernah ikuti Nabi muhammad” dan menjelekan, mencaci maki Nabi,
sontak abu bakar meneteskan air mata, dan berkata “Ya Allah betapa pesabarnya nabi Muhammad, walau di caci di maki, beliau selalu dengan sabar memberi makan nenek tua ini”. tak lama kemudian sang nenekpun bertanya, wahai yang memberiku makan, kemana orang yang biasanya memberi makan saya itu? abu bakar menjawab, “Belaiau telah wafat” serentak nenekpun kaget dan tak lama berfikir dia pun bertanya kembali, siapa nama yang memberi makan ku tersebut ” abu bakar menjawabnya ” nek, yang memberi makan nenek itu adalah Muhammad”
Nenek yang buta itu terkaget mendengar itu, akhirnya dia menangiss dan meminta ampun dan menyatakan iman terhadap Nabi dan mengislamkan dirinya Alhamdulillah

Nabi Muhammad

Nabi Muhammad


Ini adalah ciri Karakter Nabi Muhammad yang sangat mulia, ketika orang lain menjahatinya namun beliau selalu membalasnya dengan kebaikan, Subhanallah
Semoga cerita ini menjadi berkah bagi kita semua, Amin 🙂

Artikel ini di cari dengan Kata Kunci:

Kategori: Agama